Perkuat Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah, Pemko Sibolga Gelar HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026
Pemerintah Kota Sibolga bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Aula Graha Aulia BI Sibolga, Kamis (22/10/2026).
BPKPAD SIBOLGA | Pemerintah Kota Sibolga bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2026 di Aula Graha Aulia BI Sibolga, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, beserta jajaran instansi terkait ini bertujuan memperkuat koordinasi pengendalian inflasi, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemko Sibolga mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), peningkatan pengawasan harga di pasar, serta penguatan kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan komoditas pangan strategis. Berdasarkan data September 2026, inflasi Kota Sibolga tercatat sebesar 4,34 persen.
Pada aspek digitalisasi, dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan aplikasi QRIS Tap (QrisTO) antara BPKPAD Kota Sibolga dan Bank Sumut Cabang Sibolga, disaksikan langsung oleh Wali Kota Sibolga. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Mo Parancak Sibolga (Mari setOr PAtuh bayaR dAN Cek pajAK daerah Sibolga) sebagai upaya mendorong kepatuhan pembayaran pajak daerah.
Capaian digitalisasi Kota Sibolga turut menunjukkan perkembangan positif. Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara digital mencapai Rp884 juta pada Semester I Tahun 2026, sedangkan volume transaksi QRIS hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.315.000 transaksi.
Melalui HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026, Pemko Sibolga bersama BPKPAD, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan terkait berkomitmen menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mengoptimalkan penerimaan daerah melalui digitalisasi demi mendukung perekonomian Kota Sibolga yang stabil dan berkelanjutan.